Saham Syariah Sektor Properti dan Real Estate Pilihan Investor Terbaik

25 views


Saham Syariah Sektor Properti – Daftar saham syariah di sektor properti dan real estate telah ditetapkan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dari tahun ke tahun, peminat saham investasi syariah terus berkembang pesat. Oleh karena itu, investasi dalam bentuk syariah juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Terdapat beberapa syarat bagi suatu badan hukum publik untuk dapat diklasifikasikan sebagai korporasi syariah, yakni tidak disertai dengan penawaran palsu, tidak melakukan usaha perjudian, tidak berdasarkan bunga dan riba, tidak melakukan transaksi barang dan jasa yang melanggar hukum.

Sementara itu, suatu perusahaan tersebut bisa dikatakan dapat memenuhi syariah jika total utang berbunga tidak lebih dari 45% dari tingkat yang dimilikinya. Total pendapatan dari bunga dibandingkan dengan total pendapatan operasional tidak melebihi 10%.

Saat ini banyak kalangan masyarakat yang ingin mencoba bisnisnya dan membeli saham dengan berdasarkan prinsip syariah karena dianggap lebih ramah dan bersahabat tanpa bunga dan bagi hasil yang berlebihan.

Apa itu Saham Syariah Sektor Properti ?

Saham Syariah Sektor Properti adalah salah satu investasi yang paling menguntungkan dalam jangka panjang karena nilainya cenderung stabil bahkan berpotensi naik.

Wajar saja, hal ini menyebabkan banyak investor memilih real estate sebagai aset guna meningkatkan nilai kekayaannya. Padahal, saham real estate yang masuk dalam kategori saham syariah bisa jadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah.

Selain itu, dibandingkan dengan menjual aset real estat, saham real estat mudah dijual saat Anda membutuhkan uang tunai setiap saat.

Bertambahnya jumlah saham syariah juga menyebabkan peningkatan investasi investor. Berdasarkan data OJK, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI terus meningkat setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir sejak 2011 hingga November 2020.

Jumlah saham syariah yakni telah meningkat 85% menjadi 469 saham dibandingkan jumlah saham tahun 2011 sebanyak 253 saham. Sementara itu, jumlah investor syariah terus tumbuh selama enam tahun terakhir.

Dari 4.908 investor pada 2015 menjadi 81.413 investor pada 2020, berdasarkan data BEI syariah. Data ini akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 75% per tahun.

Meningkatnya jumlah investor saham syariah juga secara intrinsik terkait dengan peran regulator dan pendidik di bidang literasi dan edukasi terkait pasar saham syariah.

Bahkan di tengah pandemi COVID-19, jumlah investor ekuitas syariah terus tumbuh. Selain itu, perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan industri pasar modal, terutama dalam hal penyederhanaan pembukaan rekening.

Dengan berdasarkan data KSEI, jumlah investor pada November 2020 mencapai 3,5 juta investor, meningkat 47 persen dibandingkan 2019 yang sebanyak kurang lebih 2,4 juta investor. Lebih dari 43% dari seluruh investor yang terdaftar di KSEI berusia di bawah 30 tahun.

Daftar Saham Syariah Sektor Properti dan Real Estate Pilihan Investor Terbaik

No Nama Perusahaan Kode Saham
1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk ADHI
2 PT Alam Sutera Realty Tbk ASRI
3 PT Bekasi Asri Pemula Tbk BAPA
4 PT Bumi Citra Permai Tbk BCIP
5 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk BEST
6 PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk BIPP
7 PT Bukit Darmo Property Tbk BKDP
8 PT Sentul City Tbk BKSL
9 PT Bumi Serpong Damai Tbk BSDE
10 PT Cowell Development Tbk COWL
11 PT Ciputra Development Tbk CTRA
12 PT Ciputra Property Tbk CTRP
13 PT Ciputra Surya Tbk CTRS
14 PT Duta Anggada Realty Tbk DART
15 PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk DGIK
16 PT Intiland Development Tbk DILD
17 PT Duta Pertiwi Tbk DUTI
18 PT Bakrieland Development Tbk ELTY
19 PT Megapolitan Developments Tbk EMDE
20 PT Fortune Mate Indonesia Tbk FMII
21 PT Gading Development Tbk GAMA
22 PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk GMTD
23 PT Perdana Gapuraprima Tbk GPRA
24 PT Jaya Real Property Tbk JRPT
25 PT Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA
26 PT MNC Land Tbk KPIG
27 PT Lamicitra Nusantara Tbk LAMI
28 PT Eureka Prima Jakarta LCGP
29 PT Lippo Cikarang Tbk LPCK
30 PT Lippo Karawaci Tbk LPKR
31 PT Modernland Realty Tbk MDLN
32 PT Metropolitan Kentjana Tbk MKPI
33 PT Metropolitan Land Tbk MTLA
34 PT Nirvana Development NIRO
35 PT Nusa Cipta Raya Tbk NRCA
36 PT Indonesia Prima Property Tbk OMRE
37 PT Plaza Indonesia Realty Tbk PLIN
38 PT PPT Properti Tbk PPRO
39 PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk PTPP
40 PT Pakuwon Jati Tbk PWON
41 PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk RBMS
42 PT Roda Vivatex Tbk RDTX
43 PT Pikko Land Development Tbk RODA
44 PT Danayasa Arthatama SCBD
45 PT Suryamas Dutamakmur SMDM
46 PT Summarecon Agung Tbk SMRA
47 PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA
48 PT Sitara Propertindo Tbk TARA
49 PT Total Bangun Persada Tbk TOTL
50 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk WIKA
51 PT Waskita Karya (Persero) Tbk WSKT

Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Sebagaimana telah dijelaskan, saham Syariah ialah surat berharga yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Mekanisme transaksi perusahaan yang menerbitkan saham syariah juga sesuai dengan prinsip syariah.

Lalu apa perbedaan antara saham syariah dan saham konvensional? Gunakan prinsip bagi hasil, jual beli, dan sewa dengan saham Syariah. Keuntungan dari operasi di perusahaan yang menjual saham Syariah berorientasi pada keuntungan dunia dan bottom line.

Kemudian hubungan dengan nasabah didasarkan pada kemitraan dan ada dewan pengawas syariah. Sedangkan pada saham konvensional, investasi pada perusahaan untuk segala jenis kegiatan usaha, instrumen suku bunga, mekanisme transaksi konvensional, dan orientasi laba secara umum. Selain itu, saham tradisional tidak diawasi oleh dewan Syariah.

Perkembangan Pasar Saham Syariah di Indonesia

Pasar modal merupakan pasar yang memperdagangkan berbagai jenis instrumen keuangan dalam jangka waktu yang lama. Secara umum pasar modal merupakan lembaga lain, sarana perusahaan pembiayaan, dan sebagai sarana investasi.

Instrumen yang dipasarkan di pasar modal antara lain obligasi, saham, waran, reksa dana, rights, dan berbagai instrumen derivatif lainnya, yang biasanya dimiliki lebih dari satu tahun. Pasar modal terbagi menjadi dua, yaitu pasar modal konvensional dan pasar modal syariah.

Di pasar modal syariah, semua kegiatan transaksi tunduk pada kewajiban untuk selalu berpegang pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menjauhi segala sesuatu yang dilarang, misalnya riba, spekulasi, perjudian, dan lain sebagainya.

Salah satu instrumen yang paling populer saat ini adalah Bursa Efek. Saham adalah salah satu instrumen pasar modal yang paling populer di kalangan investor di Indonesia karena menawarkan return yang sangat menarik.

Saham yakni bisa didefinisikan sebagai tanda kepemilikan individu atau pihak (perusahaan) dalam suatu korporasi atau perseroan terbatas. Salah satu opsi yang biasanya digunakan perusahaan untuk menggalang dana adalah dengan menerbitkan saham.

Sedangkan saham syariah adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh DSN-MUI dan tidak mengandung saham dengan hak khusus.

Perkembangan-Pasar-Saham-Syariah-di-Indonesia-2011-2019

Dari data grafik di atas terlihat bahwa pertumbuhan IHSG selalu lebih tinggi dari tahun ke tahun, meskipun ada beberapa penurunan yang dapat dicirikan tidak signifikan dari grafik di atas.

Penurunan terbesar pada tahun 2015, ISSI ditutup pada 143,93, turun 14% dari tahun 2016 sebesar 166,77. Selain itu, indeks saham syariah dapat digambarkan stabil dan cenderung naik.

Kapitalisasi pasar saham gabungan syariah juga dalam bentuk yang sama, tetap stabil dan cenderung meningkat.

Baca Juga :

Demikianlah ulasan yang telah kami sampaikan secara jelasn mengenai Saham Syariah Sektor Properti dan Real Estate Pilihan Investor Terbaik. Sekian dan terima kasih!!



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.