Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui dan Ibu Hamil, Moms Wajib Tahu!

17 views


puncak-media.com – Apa Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui Dan Ibu Hamil? Berikut ini penjelasan lengkap dari beberapa sumber mengenai puasa untuk Ibu yang sedang hamil dan menyususi.

Didalam bulan Ramadlan amal ibadah kita pahalanya akan dilipat gandakan, oleh karenanya kita selaku ummat islam senantiasa meramaikan untuk berbuat kebaikan, Bulan ramadlan adalah bulan ampunan bulan penuh pahala.

Seluruh ummat islam diwajibkan beribadah puasa pada Bulan Ramadlan, karena puasa adalah merupakan salah satu dari rukun islam.

Permasalahannya apakah tidak ada pengecualian bagi ibu-ibu yang sedang menyusui ? Apakah ibu-ibu yang menyusui itu juga wajib berpuasa atau tidak ? Mari kita simak hukum puasa bagi wanita menyusui menurut pandangan Islam yang tekah kami tulis dibawah ini.

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui dan Hamil

Banyak dari kaum perempuan yang masih bertanya0tanya bagaimana hukum dengan perempuan hamil ? apakah dia juga termasuk golongan orang yang bisa mendapatkan keringanan agar tidak berpuasa?

1. Ibu Menyusui Dan Hamil Boleh Tidak Berpuasa

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui Dan Ibu Hamil

Menurut sebagai Ulama wanita menyusui dan hamil diperbolehkan tidak puasa dalam arti selama sebulan puasa penuh ia boleh tidak berpuasa Ramadlan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separuh shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” (H.R Al-Khamsah)

Wanita yang hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa dengan catatan wanita tersebut diwajibkan mengganti atau meng qodla puasa yang ia tinggalkan pada bulan diluar ramadlan, dengan jumlah hari yang dia meninggalkan puasa.

Perlu kalian fahami, ada tiga wanita menyusui yang meninggalkan puasa hukumnya boleh. Pertama seorang ibu menyusui atau ibu hamil tidak berpuasa karena alasan kehawatiran terhadap kesehatan dirinya saja. Kedua seorang ibu hamil atau ibu menyusui yang tidak berpuasa karena alasan menghawatirkan kesehatan bayinya saja. Ketiga ibu hamil atau ibu menyusui tidak berpuasa karena menghawatirkan kesehatan dirinya dan bayinya.

Dalam hal ini kelompok pertama dan kelompok ketiga mereka hanya diwajibkan meng qodla atau mengganti puasa saja pada bulan selain bulan Ramadlan.

Sedangkan kelompok kedua yaitu ibu menyusui atau ibu hamil yang tidak berpuasa dan hanya menghawatirkan kesehatan bayinya saja maka dia harus mengqodlo puasa serta bayar fidyah pada bulan selain bulan Ramadlan.

dalam Hasyiyah al-Qulyubi dijelaskan:

(وَأَمَّا الْحَامِلُ وَالْمُرْضِعُ فَإِنْ أَفْطَرَتَا خَوْفًا)

مِنْ الصَّوْمِ. (عَلَى نَفْسِهِمَا) وَحْدَهُمَا أَوْ مَعَ وَلَدَيْهِمَا كَمَا قَالَهُ فِي شَرْحِ الْمُهَذَّبِ (وَجَبَ) عَلَيْهِمَا (الْقَضَاءُ بِلَا فِدْيَةٍ) كَالْمَرِيضِ. ((أَوْ) (عَلَى الْوَلَدِ) أَيْ وَلَدِ كُلٍّ مِنْهُمَا (لَزِمَتْهُمَا) مَعَ الْقَضَاءِ (الْفِدْيَةُ فِي الْأَظْهَرِ)

“Perempuan Hamil dan Menyusui ketika tidak berpuasa karena khawatir pada diri mereka, atau khawatir pada diri mereka dan bayi mereka (seperti yang diungkapkan dalam kitab Syarh al-Muhadzab), maka wajib mengqadha’i puasanya saja, tanpa perlu membayar fidyah, seperti halnya bagi orang yang sakit. Sedangkan ketika khawatir pada kandungan atau bayi mereka, maka wajib mengqadha’i puasa sekaligus membayar fidyah menurut qaul al-Adzhar” (Syihabuddin al-Qulyubi, Hasyiyah al-Qulyubi ala al-Mahalli, juz 2, hal. 76).

2. Bolehkah ibu menyusui berpuasa?

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui Dan Ibu Hamil

Sebenarnya wanita menyusui yang berpuasa tidak ada pengaruh bagi penurunan asupan kalori dalam produksi ASI, juga wanita menyusui yang berpuasa tidak terlalu berdampak pada produksi ASI.

Dengan demikian kesehatan seorang perempuan akan berbeda satu sama lainnya. Ibu menyusui ada yang tetap biasa saja ketika dibawa puasa dan sama sekali tidak ada masalah dalam reproduksi ASI, begitu pula ada yang mengalami masalah dalam reproduksi ASI ketika wanita itu berpuasa.

Sebelum wanita menyusui itu berpuasa alangkah baiknya ia konsultasikan dulu ke dokter agar tidak terjadi timbul masalah kesehatannya.

Wanita menyusui wajib menjaga dan mengutamakan kesehatannya,walaupun puasa itu wajib hukumnya bagi seluruh ummat Islam,

Setelah kalian mengetahui hukum puasa bagi wanita menyusui, Ibu-ibu juga hendaklah mengetahui tips menyusui selama berpuasa agar lancar puasa dan menyusuinya.

Tips Asi Tetap Lancar Saat Berpuasa

Seperti yang telah kami terangkan diatas tentang hukum ibu menyusui ketika puasa di bulan Ramdlan. Berikut ini adalah tips  menyusui yang dianjurkan oleh Konselor Laktasi Nor Kamariah Mohamad Alwi, BE, MIT, IBCLC seperti dirangkum dari International Lactation Consultant Association.

1. Tetap Terhidrasi

Ibu menyusui selalu banyak minum air putih agar tubuh tetap terjaga dari terhidrasi. Minum sedikit-sedikit dalam waktu yang diizinkan mulai sore matahari terbenam sampai pagi matahari terbit.

Apabila sebelum berpuasa ibu menyusui banyak minum itu cuman mengisi kandung kemih saja maka setelahnya harus buang air kecil. dan nantinya ibu akan merasakan haus seharian.

2. Makan dengan Bijak

Ibu menyusui harus makan yang seimbang, dengan makan yang bergizi empat sehat lima sempurna apalagi diwaktu sahur, hal ini sangat dibutuhkan untuk ibu akan mendapatkan energi selama berpuasa hingga berbuka puasa.

3. Segerakan Berbuka

Ketika waktu berbuka puasa telah tiba, secepatnya ibu harus berbuka dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin yang tinggi, agar ibu tersebut energinya pulih secara instan, yang paling utama dengan buadaya islam untuk berbuka puasa adalah kurma hitam, atau ibu-ibu bisa memilih kurma dicampur dengan susu.

4. Pijatan saat Menyusui

Untuk kaum ibu yang menyusui seharian dibulan Ramadlan,perlu mengetahui  dan perhatikan bahwa bayi akan sedikit menjadi agak rewel dipenghujung hari puasa, karena imbasnya tubuh ibunya berpuasa.

begitu juga keluarnya ASI secera refleks agak terhambat karena imbasnya dibawa puasa, nah pada saat menyusui pada titik ini ibu harus menyesuaikan penekanan/pemijitan pada payudara pada saat menyusui sangat membantu untuk mengeluarkan ASI dari payudara ibu,

Dengan demekian ibu akan melihat peningkatan keluarnya ASI secara cepat dan bayi tersebut akan merasakan kepuasan tersendiri.

5. Memerah ASI

Untuk bisa menjadikan ibu pengalaman dalam memerah ASI ( Bagi ibu yang harus dipisahkan dari bayinya, dalam hal ini ibu-ibu tidak akan menemukan hal kuantitas ASI yang berubah terutama dalam paruh pertama hari.

Akan tetapi mungkin beberapa ibu ada yang menemukan hasil susu yang dikumpulkan pada penghujung hari yang lebih rendah, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, kalau memang ini terjadi Ibu agar tenang saja dan harus bisa memahami tentang produksi ASI, dengan ASI yang keluar dari payudara dengan teratur dan produksi suplai ASI baru.

Terkadang dengan efek puasa, jumlah cairan tubuh berkurang akibatnya jumlah cairan ASI lebih rendah dan sedikit dari biasanya, dan ibu-ibu lebih memahami bahwa ASI pada masa ini nampaknya lebih kental dari biasanya.

Ibu-ibu begitulah hukum puasa bagi ibu-ibu menyusui dan bagaimana rekomondasinya konsumsi nutrisi yang bergizi yang ibu dapatkan bila ibu hendak menjalankan beribadah puasa sambil menyusui bayi.

Hari demi hari kita lalui tak terasa ya Bu sebentar lagi kita menghadapi bulan Ramadlan akan tiba, yang artinya seluruh ummat muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Puasa Ramadlan adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki ataupun permepuan, Ibu menyusui diperbolehkan menjalankan puasa selama bulan ramadlan.

Oleh karenanya Ibu menyusui boleh tidak berpuasa asalkan dia mwnggantinya atau mengqodlonya pada bulan selain bulan Ramadlan.

Akan tetapi bagi ibu-ibu yang kuat menjalankan puasa bulan ramadlan maka lebih baik menjalankannya walaupun Agama telah meringankannya.

Berpuasa itu menahan haus dan dahaga karena tidak makan dan minum dan didalam waktu tersebut tubuh manusai masih bisa bertahan dengan kandungan makanan yang tersimpan sejak mulai makan sahur dan bertambah nutrisinya ketika buka puasa.

Akhir Kata

Semoga artikel ini menambah pengetahuan kapada pembaca sekalian terima kasih atas sumuanya yang sudah membaca artikel kami tentang Hukum Puasa Ibu menyusui dalam Islam. Jangan lupa ikuti terus artikel-artikel terbaru kami tentang kajian agama islam hanya di puncak-media.com.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.